Prinsip Dasar Asuransi dan Pengaplikasiannya

Diterbitkan Pada May 11th, 2018

Dalam asuransi, terdapat lima prinsip dasar yang harus dipahami dan dipatuhi oleh pengguna (tertanggung) dan perusahaan asuransi (penanggung) sehingga sebuah perjanjian asuransi dapat dinyatakan sah. Kelima prinsip asuransi tersebut adalah sebagai berikut.

Utmost Good Faith

Utmost Good Faith (itikad baik) adalah kewajiban tertanggung untuk menyampaikan fakta-fakta mengenai objek pertanggungan (material facts) yang ia miliki.

Fakta-fakta yang bersifat penting dan dibutuhkan oleh penanggung harus dijabarkan secara lengkap dan akurat, baik atas permintaan penanggung atau sukarela serta tidak boleh ada hal yang disembunyikan atas risiko yang akan ditimbulkan dari objek pertanggungan tersebut.

Apabila ada material facts yang sengaja disembunyikan, penanggung akan menganggapnya sebagai sebuah penipuan (fraudulent) dan selanjutnya, perusahaan asuransi berhak untuk menolak membayar ganti rugi jika terjadi klaim atau penghentian kontrak asuransi.

Di sisi lain, penanggung juga harus menyatakan dengan jujur apakah pihaknya memiliki kemampuan untuk menjamin objek pertanggungan tersebut atau tidak. Beberapa contoh bentuk cara kerjanya dalam asuransi adalah sebagai berikut.

  • Menginformasikan penyakit kronis atau penyakit bawaan yang diderita dalam penutupan asuransi kesehatan.
  • Menginformasikan penggunaan kendaraan bermotor, apakah untuk penggunaan pribadi atau komersil.
  • Memberitahukan barang-barang di dalam rumah yang memiliki potensi besar yang dapat menimbulkan kebakaran.

Insurable Interest

Prinsip dasar kedua dalam asuransi adalah insurable interest atau kepentingan yang dapat dipertanggungkan.

Tertanggung berhak untuk mengasuransikan suatu objek pertanggungan karena adanya hubungan kepentingan (keuangan) yang diakui secara hukum antara tertanggung dan objek pertanggungannya tersebut.

Kepentingan keuangan terhadap objek pertanggungannya tersebut yang akan menjadi pokok perjanjian asuransi. Beberapa contoh bentuk aplikasinya adalah sebagai berikut.

  • Seseorang yang mengasuransikan kendaraan bermotor, tempat tinggal, atau properti berharga lainnya.
  • Seorang kepala keluarga atau pencari nafkah utama yang mengasuransikan dirinya dalam asuransi jiwa, kesehatan, atau kecelakaan diri bagi kepentingan keluarganya jika ia sewaktu-waktu tidak dapat bekerja.
  • Pengusaha yang mengasuransikan bisnis komersilnya.

Indemnity

Indemnity (indemnitas) adalah suatu prinsip asuransi yang mengatur mekanisme mengenai pemberian ganti rugi.

Mekanisme tersebut adalah upaya penanggung dalam memberikan ganti rugi bagi tertanggung untuk mengembalikan tertanggung kepada posisi keuangannya seperti semula, yaitu tepat sesaat sebelum kerugian itu terjadi.

Dalam hal ini, ketika terjadi kerugian atau klaim, penanggung akan memberikan ganti rugi sesuai dengan kerugian finansial yang benar-benar diderita tertanggung tanpa tambahan atau pengaruh dari unsur-unsur mencari keuntungan atau profit. Contoh aplikasinya dalam asuransi adalah sebagai berikut.

  • Perbaikan bagi rumah yang terbakar yang terbatas pada bagian rumah yang benar-benar rusak karena kebakaran tersebut.
  • Penggantian terhadap mobil yang hilang dengan nilai maksimal sesuai dengan harga pertanggungannya jika mobil tersebut tidak under insured.

Perlu dicatat, prinsip indemnitas ini tidak berlaku pada jenis asuransi yang objek pertanggungannya adalah jiwa seseorang, seperti asuransi jiwa, kesehatan, kecelakaan diri, ataupun perjalanan.

Subrogation

Subrogation (subrogasi) adalah prinsip asuransi yang memberikan hak penuntutan ganti rugi dari tertanggung kepada penanggung atau hak untuk meminta penggantian ganti rugi kepada pihak ketiga yang menyebabkan terjadinya kerugian.

Hak penuntutan tersebut diberikan apabila pihak penanggung sudah menyelesaikan perihal ganti rugi kepada tertanggung, dengan contoh aplikasi sebagai berikut.

  • Pada asuransi kendaraan bermotor, perusahaan asuransi berhak untuk meminta hak penuntutan ganti rugi dari tertanggungnya secara tertulis untuk menuntut pihak ketiga yang telah menyebabkan kerugian tertanggungnya.
  • Hal yang sama juga terdapat pada asuransi kebakaran. Apabila kebakaran pada aset tertanggungnya disebabkan oleh merambatnya api dari kebakaran aset pihak ketiga di sekelilingnya, pihak asuransi berhak untuk memperoleh hak subrograsinya.
  • Jika terjadi kecelakaan diri yang disebabkan oleh pihak lain, asuransi dapat meminta hak subrogasinya kepada tertanggungnya.

Jadi, hak subrogasi secara mutlak bisa diminta oleh pihak asuransi apabila kerugian yang terjadi disebabkan oleh tindakan kelalaian pihak ketiga.

Namun, tidak semua hak subrogasi bisa dilakukan karena perusahaan asuransi memiliki pertimbangan tersendiri untuk menggunakan hak subrogasinya atau tidak.

Contribution

Contribution (kontribusi) adalah prinsip asuransi yang berlaku jika suatu objek pertanggungan dipertanggungkan kepada dua atau lebih penanggung.

Dalam hal ini, kerugian akan ditanggung bersama-sama sesuai dengan bagian kewajiban (liability) dari masing-masing penanggung. Prinsip ini hanya berlaku untuk perjanjian asuransi yang bersifat indemnitas dan cara kerjanya adalah sebagai berikut.

  • Mobil mewah yang diasuransikan ke tiga perusahaan asuransi yang berbeda.
  • Sebuah rumah dipertanggungkan ke beberapa perusahaan asuransi yang berbeda.

Perusahaan asuransi yang mendapatkan bagian pertanggungan yang terbesar menjadi pemimpin (leader) dan perusahaan yang lain menjadi anggota (member). Pemimpin tersebut bertanggungjawab untuk mengumpulkan premi dari para anggota dan memutuskan diterima atau tidaknya suatu klaim serta menentukan besar ganti rugi dari klaim tersebut.

Dalam hal ini, seluruh anggota harus mengikuti si pemimpin berdasarkan kepatutan. Hal ini dikenal dengan prinsip follow the fortune.

Selain kelima prinsip dasar tersebut, ada dua prinsip lainnya, yaitu prinsip hukum bilangan besar (Law of The Large Numbers) dan prinsip proxima causa.

Right Guideline

Semua prinsip asuransi tersebut, terutama kelima prinsip dasar yang dielaborasikan di atas harus benar-benar dipraktekkan dalam setiap kontrak asuransi. Hal ini dikarenakan setiap prinsip saling berhubungan dan tak mungkin terpisahkan.

Ini juga ditujukan untuk menjamin validitas dan kepastian hukum dari kontrak asuransi tersebut sehingga tertanggung atau penanggung tidak ada yang dirugikan serta menjamin tidak terjadi perselisihan (dispute) antara keduanya mengenai kontrak asuransi tersebut di masa yang akan datang.

Anda akan mendapatkan pengetahuan dan manfaat jika Anda mempelajari sesuatu yang menjadi kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari, seperti asuransi. 


Bandingin.com !!! membantu Anda membuat keputusan cerdas dan akurat untuk melindungi diri sendiri, keluarga Anda, dan masa depan Anda.