Mengerti Arti Kecelakaan Diri dalam Asuransi

Diterbitkan Pada October 26th, 2018

Asuransi kecelakaan diri adalah jenis asuransi yang memberikan perlindungan diri dan manfaat berupa santunan kematian, kecacatan, serta biaya perawatan medis yang diakibatkan oleh kecelakaan.

Risiko utama yang dihadapi adalah kecelakaan.

Namun, kita bisa saja kita belum mengetahui atau mempelajari pengertian dari kecelakaan diri.

Pengertian Kecelakaan Diri

Sebelum membeli polis asuransi kecelakaan diri, alangkah baiknya bila kita memahami pengertian dari kecelakaan diri.

Berdasarkan Polis Standar Asuransi Kecelakaan Diri Indonesia (PSAKDI), pengertian kecelakaan diri adalah suatu kejadian atau peristiwa yang mengandung unsur kekerasan, baik yang bersifat fisik maupun kimia.

Kejadian yang datangnya secara tiba-tiba, tidak dikehendaki atau direncanakan, serta berasal dari luar, terlihat, dan seketika berefek langsung terhadap tertanggung serta mengakibatkan luka badani yang sifat dan tempatnya dapat ditentukan oleh ilmu kedokteran.

Berikut ini adalah kejadian atau peristiwa yang juga termasuk dalam bentuk kecelakaan diri.

  • Keracunan karena terhirup gas atau uap beracun, kecuali tertanggung dengan sengaja memakai obat-obat bius atau zat lain yang telah diketahui akibat buruknya, termasuk juga penggunaan obat-obatan terlarang.
  • Terjangkit virus atau kuman penyakit sebagai akibat tertanggung tidak sengaja terjatuh ke dalam air atau suatu zat cair lainnya.
  •  Mati lemas atau tenggelam.

Hal ini sangat penting untuk diketahui agar terhindar dari kesalahpahaman dengan pihak asuransi mengenai jaminan dan pengecualian dalam polis asuransi kecelakaan diri yang Anda miliki.

Karakteristik Kecelakaan Diri

Pengertian kecelakaan dalam asuransi kecelakaan diri setidaknya harus memenuhi  sembilan faktor di bawah ini.

1.     Penyebab kecelakaan harus secara tiba-tiba.

Penyebab dari kecelakaan tersebut harus secara tiba-tiba, walaupun akibat dari kecelakaan tersebut baru timbul/terasa/terjadi beberapa saat setelah kecelakaan tersebut terjadi.

Umumnya, di dalam ketentuan polis dtetapkan waktu tunggu (Waiting Period) selama 12 bulan.

Hal ini berarti polis akan tetap menjamin kematian atau cacat tetap yang terjadi atau timbul sebagai akibat dari kecelakaan dalam waktu 12 bulan setelah kecelakaan.

2.     Penyebab kecelakaan harus dari luar.

Penyebab kejadian harus berasal dari luar fisik badan kita, seperti benturan, pukulan, atau hal lainnya. Hal ini untuk membedakan penyebab-penyebab yang datangnya dari dalam badan sendiri, misalnya penyakit kronis.

3.     Penyebab kecelakaan harus dengan kekerasan.

Kecelakaan tersebut harus disertai dengan adanya unsur kekerasan, baik berupa kekerasan kimiawi (keracunan) maupun kekerasan fisik (benturan).

4.     Kecelakaan harus terlihat.

Peristiwa kecelakaan harus terlihat secara nyata. Hal ini untuk membedakan penyebab-penyebab yang datangnya secara fiktif, misalnya akibat perbuatan dukun, paranormal, santet/teluh, dan sebagainya.

5.     Kecelakaan harus langsung dan satu-satunya.

Kecelakaan langsung mengenai tubuh kita dan tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang dapat menimbulkan atau memperbesar akibat yang terjadi tersebut.

Hal ini berarti efek yang terjadi harus sebagai akibat dari penyebab kecelakaan yang langsung dan satu-satunya.

6.     Kecelakaan tidak dikehendaki/direncanakan/disengaja.

Tidak boleh ada unsur kesengajaan atau akibat yang akan terjadi dari hal-hal yang dikehendaki/direncanakan atau disengaja sudah dapat dipastikan.

7.     Akibat kecelakaan harus berupa luka fisik badan.

Contoh luka fisik adalah luka goresan atau robek pada kulit, patah tulang, dan lain sebagainya.

8.     Luka fisik badan harus dapat diautopsi oleh ilmu kedokteran.

Luka fisik juga harus bisa diautopsi untuk keperluan visum sehingga penyebab luka tersebut dapat diketahui, seperti luka akibat tusukan benda tajam.

9.     Hubungan antara sebab peristiwa dan akibatnya tidak boleh terputus.

Hal ini berarti bahwa antara sebab peristiwa dan akibatnya tidak boleh terputus dan terjadi seketika itu juga, seperti terjatuh menyebabkan patah tulang (fracture).

Kesembilan faktor ini harus terpenuhi dalam unsur kecelakaan diri karena sebuah kejadian tidak akan dapat dikategorikan sebagai kecelakaan jika salah satu unsur tersebut tidak terpenuhi.

Oleh karena itu, dengan mengetahui pengertian dan karakteristik dari kecelakaan diri maka kita akan dapat mengerti dan memahaminya dengan baik.

Waspada dan Hati-Hati

Tidak ada satupun orang yang menghendaki kecelakaan menimpa dirinya. Kecelakaan diri harus dihindari tetapi hal tersebut bukanlah sesuatu yang dapat diprediksi.

Kecelakaan dapat tiba-tiba terjadi kapan saja dan di mana saja.

Oleh karena itu, kita harus senantiasa waspada dan berhati-hati terhadap kejadian yang berpotensi menyebabkan kecelakaan diri maupun terhadap segala kerugian yang timbul akibat kecelakaan tersebut.

Melindungi diri dengan perlindungan asuransi kecelakaan diri tentulah merupakan suatu hal yang bijaksana.

 

Bandingin.com !!! dapat membantu Anda mengambil keputusan cerdas dan akurat untuk melindungi diri, keluarga, dan masa depan Anda.