Mengenal Asuransi Kecelakaan Diri

Diterbitkan Pada May 11th, 2018

Asuransi kecelakaan diri, atau personal accident insurance, akan menjamin Anda dari risiko kematian, cacat tetap, cacat sementara, biaya perawatan dan/atau pengobatan yang secara langsung disebabkan oleh suatu kecelakaan.

Kecelakaan menurut Polis Standar Asuransi Kecelakaan Diri Indonesia adalah suatu kejadian atau peristiwa yang mengandung unsur kekerasan, baik yang bersifat fisik maupun kimia, yang datangnya secara tiba-tiba, tidak dikehendaki atau direncanakan, dari luar, terlihat, langsung terhadap tertanggung yang seketika itu mengakibatkan luka badani yang sifat dan tempatnya dapat ditentukan oleh ilmu kedokteran, termasuk:

  • Keracunan karena terhirup gas atau uap beracun, kecuali tertanggung dengan sengaja memakai obat-obat bius atau zat lain yang telah diketahui akibat-akibat buruknya, termasuk juga pemakaian obat-obatan terlarang.
  • Terjangkit virus atau kuman penyakit sebagai akibat tertanggung dengan tidak sengaja terjatuh ke dalam air atau suatu zat cair lainnya.
  • Mati lemas atau tenggelam.

Dalam hal ini, asuransi kecelakaan diri akan memberikan jaminan, atau biasa disebut dengan coverage, serta pengecualian dan klasifikasi tertentu.

Jaminan (Coverage)

Jaminan-jaminan utama pada asuransi kecelakaan diri termasuk:

  1. Santunan Kematian (Accidental Death)
  2. Santunan Cacat Tetap Keseluruhan (Total Permanent Disablement)
  3. Santunan Cacat Tetap Sebagian (Partial Permanent Disablement)
  4. Biaya Perawatan atau Pengobatan (Medical Expenses)

Keuntungan tambahan dapat berupa biaya pemakaman serta pengurusan sertifikat kematian, biaya ambulans dan lain-lain.

Pengecualian (Exclusions)

Adapun pihak asuransi juga tidak menjamin beberapa risiko dalam asuransi kecelakaan diri, yang mencakup hal-hal tersebut dibawah ini:

  • Perang, kerusuhan atau huru-hara, dan tindakan melawan hukum dimana orang yang dipertanggungkan ikut serta.
  • Melukai diri sendiri atau bunuh diri.
  • Kehamilan atau kelahiran, sakit atau penyakit, dan HIV/AIDS.
  • Ikut serta dalam balapan kendaraan atau olah raga profesional lainnya serta kegiatan penerbangan (kecuali sebagai penumpang).
  • Radiasi atau reaksi nuklir.

Klasifikasi Pekerjaan (Classification)

Dalam asuransi kecelakaan diri, penggolongan pekerjaan (Classification) juga ditentukan sebagai berikut:

Class

Jenis pekerjaan yang menyangkut pekerjaan dalam ruangan/melakukan pekerjaan kantor, dengan contoh sebagai berikut: akuntan, administrator, arsitek, auditor, banker, dokter, pengacara, sekretaris, guru, ibu rumah tangga, marketing (salesman internal), dan sejenisnya.

Class

Jenis pekerjaan yang menyangkut pekerjaan di dalam dan di luar kantor, atau di lapangan, yang seluruhnya bersifat mengawasi, dengan contoh sebagai berikut: insinyur sipil, salesman eksternal, pedagang eceran (tidak termasuk tukang daging, penjaja ikan, atau penggunaan mesin).

Class 3

Jenis pekerjaan dengan tingkat risiko tinggi, sebagai contoh adalah pilot, nakhoda serta anak buah kapal, petugas keamanan dan lain-lain.

Class 4

Jenis pekerjaan dengan risiko sangat tinggi, dengan contoh seperti tentara, pekerja konstruksi bangunan, pekerja mesin, pekerja tambang dan lain-lain.

Pada dasarnya, premi asuransi kecelakaan diri (Personal Accident) didasarkan pada penggolongan pekerjaan tersebut. Namun, saat ini premi dapat ditetapkan berdasarkan perhitungan aktuaria modern, dimana jenis pekerjaan tetap menjadi salah satu pertimbangan namun tidak terlalu menentukan.

Perlindungan Maksimal

Secara implisit, asuransi kecelakaan diri tidak terbatas pada pemberian perlindungan diri, namun juga dapat memberikan perlindungan bagi orang-orang terdekat seperti keluarga, pasangan dan anak-anak Anda dari hal-hal yang tidak diinginkan akibat dari kecelakaan diri yang mungkin menimpa Anda.

Maka, adalah teramat penting untuk memiliki asuransi kecelakaan diri bagi seseorang yang menjadi tumpuan hidup keluarganya.