Mengenal Asuransi Jiwa dan Produknya

Diterbitkan Pada May 11th, 2018

Definisi dan Manfaat

Secara definisi, asuransi jiwa adalah suatu kontrak perjanjian antara pemegang polis (tertanggung) dengan perusahaan asuransi (penanggung).

Pihak asuransi berjanji untuk memberikan pembayaran yang didasarkan pada meninggalnya tertanggung atau pembayaran yang didasarkan pada hidupnya tertanggung dengan manfaat yang besarnya telah ditetapkan dan/atau didasarkan pada hasil pengelolaan dana.

Pada dasarnya, asuransi jiwa (life insurance) adalah suatu asuransi yang bertujuan melindungi seseorang atau kelompok (keluarga).

Asuransi ini akan melindungi tertanggung dari kerugian finansial yang tak terduga (unexpected financial loss) yang disebabkan oleh seseorang yang mengalami kematian mendadak, cacat tetap total, ataupun keadaan tidak produktif (terlalu tua atau hidupnya terlalu lama) sehingga mengakibatkan kehilangan sumber penghasilan.

Saat ini, asuransi jiwa juga dapat berperan secara luas sebagai tabungan dan investasi dengan tujuan untuk pendidikan atau kesehatan.

Jenis-Jenis Asuransi Jiwa

Secara umum, asuransi jiwa memiliki empat jenis produk dengan manfaat yang berbeda-beda. Berikut ini adalah jenis-jenisnya.

Asuransi Jiwa Berjangka (Term Life)

Asuransi jiwa term life adalah asuransi dengan sistem pertanggungan berjangka waktu tertentu, yaitu lima tahun, sepuluh tahun, lima belas tahun dan seterusnya.

Dalam konteks asuransi jiwa ini, jika pemegang polis meninggal dalam periode pertanggungan maka penerima manfaat (beneficiary) akan mendapatkan uang pertanggungan dan sebaliknya.

Premi asuransi ini cukup murah dan fleksibel dengan uang pertanggungan yang cukup tinggi.

Asuransi Jiwa Seumur Hidup (Whole Life)

Asuransi whole life adalah asuransi yang memberikan proteksi selama 99 tahun atau seumur hidup. Jadi, kapanpun pemegang polis meninggal dunia maka beneficiary akan mendapatkan uang pertanggungan.

Dengan premi yang lebih besar, pemegang polis memiliki keuntungan untuk memdapatkan uang tunai (cash value) dari premi yang dibayarkan. Jumlah nilai tunai premi relatif tidak terlalu beda dengan uang pertanggungan.

Asuransi Jiwa Dwiguna (Endowment)

Asuransi endowment adalah asuransi yang memiliki dua fungsi. Fungsi pertama sebagai asuransi jiwa berjangka dan kedua sebagai tabungan.

Sebagai tabungan, tertanggung dapat menarik polis asuransinya jika suatu saat ada kebutuhan yang mendesak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sama seperti asuransi jiwa whole life, tertanggung juga akan mendapatkan uang tunai premi dengan persentase yang lebih tinggi (di atas 4% dari total premi yang telah dibayarkan).

Konsekuensinya, premi yang harus dibayarkan relatif akan lebih besar dibandingkan dua jenis asuransi jiwa lainnya, tetapi masih sesuai dengan manfaat dan fungsi yang bisa digunakan tertanggung.

Asuransi Jiwa Unit Link

Unit link adalah sebuah asuransi jiwa yang juga memiliki dua fungsi, yaitu sebagai proteksi dan investasi.

Premi asuransi jiwa unit link ini lebih tinggi dibandingkan asuransi jiwa lainnya tetapi memiliki kelebihan yang lebih power full proteksinya serta investasi yang dinilai dapat menjanjikan keuntungan investasi (return earnings) yang besar.

Demikianlah empat jenis asuransi jiwa yang paling mendasar tetapi saat ini asuransi jiwa telah berkembang pesat, baik dengan berbagai tambahan keuntungan ataupun inovasi. 

Kebutuhan vs. Manfaat

Berbagai modifikasi dan inovasi pada asuransi jiwa tentu membuat calon pembeli menjadi semakin cerdas dan bijak sebelum membeli asuransi jiwa yang tepat.

Oleh karena itu, bagi yang ingin memiliki asuransi jiwa, akan lebih baik untuk mempertimbangkan beberapa faktor, seperti faktor kebutuhan atau manfaat serta apakah hal tersebut dapat berupa untuk tabungan atau sebagai alat investasi di masa depan.

Manfaat asuransi jiwa memang tidak dapat dinikmati secara langsung tetapi asuransi ini akan bermanfaat besar pada saat yang tepat.


Bandingin.com !!! membantu Anda membuat keputusan cerdas dan akurat untuk melindungi diri sendiri, keluarga Anda, dan masa depan Anda.