Memahami Underwriting dalam Asuransi

Diterbitkan Pada November 21st, 2019

Memahami Underwriting dalam Asuransi

Ketika Anda akan membeli suatu produk asuransi maka tahapan pertama yang paling krusial adalah proses underwriting (seleksi risiko) oleh perusahaan asuransi.

Berikut ini penjelasan mengenai proses underwriting yang perlu Anda ketahui.

Pengertian Underwriting dan Fungsinya

Underwriting asuransi adalah suatu proses identifikasi dan seleksi risiko calon tertanggung yang akan membeli suatu produk asuransi.

Proses tersebut terkait dengan semua hal yang akan menjadi pertanggungan asuransi, baik diri Anda sendiri, objek pertanggungan yang akan diasuransikan, serta lingkungan atau orang-orang di sekitar Anda.

Fungsi underwriting bertanggung jawab atas penilaian atau penggolongan tingkat risiko dari suatu objek pertanggungan. Proses underwriting juga dijadikan sebagai pedoman pengambilan keputusan akseptasi asuransi untuk objek pertanggungan tersebut.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Proses underwriting bertujuan mencari tahu sebanyak mungkin informasi atau fakta material (material facts) yang terkait dengan risiko atas objek yang akan dipertanggungkan.

Semakin banyak informasi yang bisa diperoleh maka akan semakin baik proses underwriting tersebut. Berikut ini rangkaian prosesnya.

Mengumpulkan Informasi Fakta Material

Langkah pertama adalah mengumpulkan segala informasi mengenai material facts yang terkait dengan objek pertanggungan. Pengumpulan informasi bisa dilakukan melalui beberapa cara berikut ini.

  • Mengisi formulir permohonan penutupan asuransi (SPPA).
  • Wawancara.
  • Rangkaian tes, seperti tes medis, tes kelayakan kendaraan atau bangunan, dan sebagainya.
  • Survei langsung.

Pada proses underwriting, sangat dibutuhkan informasi yang valid dan akurat mengenai objek yang akan dipertanggungkan.

Jadi, yang harus Anda perhatikan adalah memberikan semua informasi fakta material, terutama informasi yang terkait dengan risiko yang akan dihadapi.

Ingat, segala informasi harus benar dan disampaikan secara jelas dan lengkap, baik informasi yang diminta oleh perusahaan asuransi maupun yang tidak diminta.

Melakukan Analisis & Penilaian (Assesment)

Jika semua informasi yang dibutuhkan sudah cukup terpenuhi maka tahapan selanjutnya adalah melakukan penilaian terhadap berbagai risiko yang akan dihadapi, seperti:

  • jenis risikonya,
  • frekuensi terjadinya,
  • seberapa besar dampak kerusakaannya jika risiko tersebut terjadi (severity).

Membuat Keputusan Akseptasi

Keputusan dibuat berdasarkan hasil proses analisis dan penilaian. Keputusan yang dihasilkan adalah sebagai berikut, yaitu:

  • menolak atau menerima permintaan penutupan asuransi atau;
  • menerima dengan menambahkan nilai premi (premi substandar) atau;
  • menerima dengan berbagai ketentuan tambahan yang harus dipenuhi oleh calon tertanggung.

Hasil Underwriting

Jika dari awal proses ini sudah berjalan dengan baik dan Anda cukup kooperatif maka perusahaan asuransi tentu akan menghargai tindakan positif Anda tersebut. Asuransi akan memberikan nilai premi yang wajar atau bahkan bukan tidak mungkin untuk memberikan diskon premi.

Namun sebaliknya, penolakan penutupan asuransi mungkin bisa terjadi jika Anda tidak menyampaikan seluruh informasi atau menyembunyikan beberapa informasi yang krusial. Bahkan, skema terburuknya adalah penolakan klaim Anda dan penghentian pertanggungan secara sepihak oleh asuransi.

Utmost Good Faith

Underwriting merupakan suatu tahapan yang paling penting bagi Anda dan perusahaan asuransi sebelum terjadinya kontrak asuransi.

Hakikatnya, kejujuran dan keterbukaan (utmost good faith) sangat penting untuk dilakukan oleh masing-masing pihak agar  tidak ada yang saling dirugikan.

 

Bandingin.com !!! dapat membantu Anda mengambil keputusan cerdas dan akurat berasuransi untuk melindungi diri, keluarga, dan masa depan Anda.

Topik Artikel

asuransi underwriting seleksi risiko