Pengertian, Jenis, dan Karakteristik dari Risiko Asuransi

Diterbitkan Pada May 11th, 2018

Asuransi dan risiko adalah dua sisi mata uang yang saling berhubungan yang salah satu fungsi utama dari asuransi adalah transfer risiko.

Arti Risiko

Secara lebih luas, risiko didefinisikan sebagai bahaya, akibat, atau konsekuensi yang dapat terjadi karena proses yang sedang berlangsung atau sebuah kejadian tertentu di masa mendatang.

Risiko adalah hal yang selalu dihadapi oleh manusia dan bersifat tidak menentu (unpredictable). Asuransi memandang risiko sebagai suatu ketidakpastian (uncertainty).

Jenis-Jenis Risiko

Dunia asuransi mengenal risiko yang diklasifikasikan menjadi 4 jenis risiko utama, yaitu:

  • Risiko Murni (Pure Risk). Karakteristik dari pure risk adalah risiko yang jika terjadi pasti menimbulkan kerugian. Apabila risiko ini tidak terjadi maka tidak ada kerugian maupun keuntungan yang akan dihasilkan. Contoh dari risiko ini adalah kebakaran, kecelakaan, pailit, dan lain sebagainya.
  • Risiko Spekulatif (Speculative Risk). Risiko spekulatif adalah risiko yang diakibatkan dari pertaruhan keberuntungan. Jika risiko terjadi, hal itu akan menimbulkan tiga kemungkinan, yaitu memberikan keuntungan, menyebabkan kerugian, atau tidak memberikan keuntungan atau menyebabkan kerugian sama sekali. Contoh dari risiko ini adalah ketika berinvestasi saham di bursa efek.
  • Risiko Khusus (Particular Risk). Risiko khusus adalah suatu risiko yang sebab maupun akibatnya hanya mempengaruhi lingkungan lokal (pribadi), baik secara kuantitas maupun kualitas. Contohnya seorang pengangguran ataupun pencuri. Ketika seseorang mencuri maka risiko yang ditimbulkan hanya akan mempengaruhi individu tersebut.
  • Risiko Fundamental (Fundamental Risk). Kebalikan dari risiko khusus, risiko fundamental akan menimbulkan dampak yang sangat luas yang dapat disebabkan oleh faktor atau pihak tertentu, seperti bencana alam, kebijakan pemerintah, dan lain sebagainya.

Insurable Risk


Enam karakteristik risiko yang dapat diasuransikan atau dikenal sebagai insurable risk adalah sebagai berikut.

  • Akibat dari risiko tersebut harus dapat dinilai atau diukur dengan uang atau bersifat finansial (implisit).
  • Risiko yang homogen harus terdapat dalam jumlah yang banyak (The law or the large numbers).
  • Risiko tersebut harus terjadi secara kebetulan dan tidak disengaja.
  • Apabila risiko tersebut terjadi, tertanggung akan menderita kerugian. Artinya, tertanggung memiliki sebuah insurable interest (kepentingan yang dapat dipertanggungkan) atas objek yang dipertanggungkannya.
  • Risiko tersebut tidak bertentangan dengan kepentingan umum atau hukum yang berlaku, misalnya narkoba.
  • Pembebanan premi harus sesuai dengan tingkat risiko yang dihadapi.

Dalam asuransi, risiko bisa disebabkan oleh aktivitas personal (personal activity) ataupun aktivitas bisnis/usaha (business activity).

Contoh risiko pribadi adalah sakit, kecelakaan, maupun risiko finansial yang disebabkan oleh meninggalnya seseorang sedangkan contoh risiko usaha adalah kepailitan, kehilangan, ataupun kerusakan yang diakibatkan oleh berbagai macam hal, seperti kebakaran, bencana alam, gangguan usaha, tuntutan hukum, dan lain sebagainya.

Prioritas Utama

Tetapi hal tersebut tidak perlu membuat Anda khawatir dan takut dengan berbagai risiko, dimana cara terbaik dan termudah untuk mengelola berbagai risiko tersebut adalah dengan memiliki asuransi. Inilah saatnya untuk menjadikan asuransi sebagai salah satu cara prioritas dalam hidup Anda.

Mari berasuransi. 

jenis asuransi , prinsip asuransi , asuransi all risk

Bandingin.com !!! membantu Anda membuat keputusan cerdas dan akurat untuk melindungi diri sendiri, keluarga Anda, dan masa depan Anda.