facebook Perbedaan MRT, LRT, dan KRL di Indonesia

Apa Saja Perbedaan MRT, LRT, dan KRL ?

Diterbitkan Pada March 27th, 2019

Masih hangat dalam pemberitaan, yaitu peresmian dua sistem moda transportasi terbaru di ibukota, yakni MRT (Mass Rapid Transit) dan LRT (Light Rail Transit) Jakarta

MRT (disebut dengan Moda Raya Transportasi), ternyata telah dicetuskan sejak lama oleh mantan presiden ketiga RI, yakni B.J. Habibie pada tahun 1985 dan LRT (disebut dengan Lintas Rel Terpadu) adalah proyek yang ditujukan untuk menggantikan proyek monorail yang terhenti.

Sekitar tahun 2005, saat pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudoyono, MRT dijadikan sebagai proyek nasional dan tanggal 28 November 2006 ditindaklanjuti dengan penandatanganan pembiayaan Proyek MRT Jakarta yang dilakukan oleh Gubernur Japan Bank for International Cooperation (JBIC), Kyosuke Shinozawa dan Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Yusuf Anwar.

Di tahun 2012, groundbreaking MRT dilakukan oleh gubernur DKI saat itu, Fauzi Bowo sedangkan pembangunan LRT di mulai sejak era Gubernur Basuki Tjahaya Purnama, yaitu di sekitar tahun 2015.

Akhirnya, pada 24 Maret 2019, MRT ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dan diikuti dengan peresmian LRT. Artinya, sudah cukup lama masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta menanti kehadiran MRT dan LRT.


Jika sebelumnya warga DKI Jakarta telah akrab dengan moda transportasi kereta rel listrik (KRL) atau commuterline maka MRT dan LRT ini adalah sesuatu yang baru. Namun, tahukah Anda, apa perbedaan MRT dengan LRT  dan moda transportasi kereta listrik sejenis lainnya yang ada di Indonesia?

Berikut ini adalah beberapa perbedaan MRT, LRT, dan KRL.

Daya Angkut MRT, LRT, dan KRL

KRL dirancang untuk memudahkan pengangkutan massa secara masif dan cepat. KRL mampu mengangkut sekitar 2000 orang dalam satu rangkaian KRL (8-10 gerbong). Artinya, target pengangkutan penumpang dalam sehari diharapkan mencapai 1,2 juta orang.

MRT ditargetkan mampu mengangkut 1.950 penumpang dalam satu rangkaian yang terdiri dari 6 gerbong atau 173.400 penumpang per hari.

LRT hanya dapat mengangkut sekitar 600 penumpang dengan rangkaian terdiri dari 2-4 gerbong saja atau 360.000 penumpang per hari. 

Mengapa LRT dengan daya angkut kecil tetapi dapat mengangkut massa lebih banyak dalam satu hari? Hal ini bisa dimungkinkan karena rute operasional LRT yang memang direncanakan akan lebih banyak daripada MRT.

LRT bekerja dengan konsep memindahkan penumpang lebih banyak melalui operasi rute yang lebih banyak. 

Perbedaan Teknis lain

Selain daya angkut, ternyata ada perbedaan teknis lainnya antara MRT, LRT, dan KRL, yaitu pada tipe perlintasannya. 

KRL beroperasi dengan tipe lintasan rel di atas tanah dan melayang (elevated) dan sebagian besar merupakan perlintasan sebidang.

Lintasan rel MRT dibuat secara melayang (elevated) dan di bawah tanah (underground) tanpa perlintasan sebidang.

Pada LRT, jalur rel dibuat layang saja sehingga konflik lintasan sebidang dapat dihindari. 

Perbedaan lainnya adalah produsen keretanya.

KRL dan LRT diproduksi oleh PT INKA (Industri Kereta Api) sedangkan MRT didatangkan langsung dari Jepang (produksi perusahaan Sumitomo Corporation dan bekerjasama dengan Nippon Sharyo).

Perbedaan selanjutnya adalah pada pelaksana operatornya.

MRT di bawah kendali PT Mass Rapid Transit Jakarta sedangkan KRL dioperasikan oleh PT Kereta Commuter Indonesia serta LRT akan berada di bawah naungan PT Kereta Api Indonesia.

Semakin Mudah

Sekarang, masyarakat Jakarta memiliki banyak pilihan transportasi kereta bertenaga listrik yang memungkinkan perpindahan cepat dan bebas hambatan. Moda transportasi tersebut diharapkan akan memudahkan bagi masyarakat luas untuk melakukan mobilitas dari suatu tempat ke tempat lainnya.

Ingat, mari jaga bersama aset berharga tersebut dengan tetap mematuhi tata tertib peraturan. Ketertiban penting untuk kelancaran dan keselamatan diri saat Anda menggunakan ketiga moda transportasi umum itu.

Proteksi diri Anda sebaik mungkin maka perjalanan dan aktivitas harian Anda senantiasa aman, tenang, dan nyaman. 


Bandingin.com !!! dapat membantu Anda mengambil keputusan cerdas dan akurat untuk melindungi diri, keluarga, dan masa depan Anda.

Topik Artikel

mrt jakarta beda mrt lrt krl mass rapid transit moda raya transportasi traveling transportasi umum