facebook 6 Tips Menghindari Kecelakaan Motor

6 Tips Menghindari Kecelakaan Motor

Diterbitkan Pada August 14th, 2019

6 Tips Menghindari Kecelakaan Motor

Kecelakaan lalu lintas sering terjadi di Jakarta, baik yang sifatnya ringan hingga besar, hampir setiap hari kecelakaan terjadi dan diberitakan oleh media.

Meskipun begitu, banyaknya jumlah kecelakaan yang terjadi tampaknya tidak membuat para pengendara motor lebih berhati-hati dalam berkendara. Masih banyak pengendara motor kurang waspada di jalan dan berisiko untuk mengalami hal yang serupa.

Jika Anda terbiasa beraktivitas menggunakan sepeda motor, ikuti langkah-langkah ini untuk berkendara dengan aman:

 

1. Pastikan Motor dalam Keadaan Baik.

Periksa motor Anda sebelum jalan. Pastikan semua bagian dalam kondisi yang baik, gantilah ban apabila sudah mulai botak, perbaiki rem jika sudah tidak pakem, ganti juga lampu depan bila suah tidak menyala lagi, perbaiki semua peralatan yang rusak sebelum berkendara. Anda berisiko tinggi mengalami kecelakaan, bahkan bisa saja fatal, apabila berkendara dengan motor yang tidak dalam kondisi prima.

 

2. Gunakan Alat Perlindungan yang Lengkap

Helm, jaket, sarung tangan, celana hingga sepatu mesti dilengkapi saat berkendara, gunakan semua perlengkapan ini untuk perlindungan menyeluruh. Dengan melindungi semua bagian tubuh dari kepala hingga kaki, Anda akan lebih terlindungi apabila terjadi kecelakaan.

 

3. Buat Diri Anda Mudah Terlihat

Cukup banyak kecelakaan yang disebabkan pengelihatan pengendara yang terganggu karena gelap ataupun hujan, sehingga tidak melihat kendaraan lain yang ada di dekatnya. Untuk mencegah hal ini, buatlah motor dan Anda mudah terlihat dengan memakaikan peralatan yang memantulkan cahaya atau yang berwarna terang.

Anda bisa menggunakan jaket dan helm yang berwarna cerah atau menempelkan stiker pemantul cahaya di body motor Anda.

 

4. Jaga Jarak

Janganlah mengemudi dengan jarak yang terlalu dekat dengan kendaraan di depan Anda. Apabila kendaraan tersebut mengerem mendadak karena alasan apapun, Anda tidak punya waktu dan ruang untuk berhenti dan bisa mengakibatkan tabrak belakang.

Jarak ideal yang dibutuhkan dengan kendaraan di depan adalah sebanyak 3 detik. Cara menghitungnya adalah dengan memperhatikan posisi kendaraan di depan, Anda harus berada di posisi kendaraan tersebut 3 detik setelahnya, Anda bisa menggunakan objek seperti tiang listrik atau marka jalan sebagai patokan. Hitungan 3 detik ini didasari oleh reaksi pengemudi untuk mengerem dan kinerja mesin untuk memperlambat kendaraan dalam situasi pengereman mendadak.

 

5. Antisipasi Kecelakaan

Setiap saat Anda mengemudi, selalu antisipasi setiap potensi bahaya yang mungkin terjadi. Banyak kecelakaan yang terjadi karena pengemudi gagal mengantisipasi bahaya dan telat bereaksi.

Contoh jalanan yang rawan adalah seperti di tikungan tajam dimana Anda tidak bisa melihat lalu lintas di depan, persimpangan jalan dimana banyak pengendara lain yang melewatinya dengan kecepatan tinggi, wilayah sekolah yang dilewati oleh banyak anak-anak.

Biarpun Anda telah menaati peraturan lalu lintas dan telah mengemudi dengan aman, tetaplah awas terhadap pengemudi lain yang berkendara dengan berbahaya. Lebih baik mencegah kecelakaan terjadi daripada menyesal di kemudian hari.

 

6. Hindari Mengemudi di Malam Hari

Sebisa mungkin hindari mengemudikan motor di malam hari. Sulit untuk melihat pengendara lain serta kondisi jalan dalam gelap.

Risiko lain mengemudi di malam hari adalah kemungkinan Anda, dan pengguna jalan lain, sudah dalam kondisi lelah sepulang kerja dan beraktivitas, sehingga menurunkan konsentrasi dalam menyetir kendaraannya.

 

Sebagai langkah tambahan, Anda juga bisa mengasuransikan motor Anda untuk memberikan ketenangan dalam berkendara. Asuransi motor dapat menanggung biaya perbaikan motor Anda apabila terjadi kecelakaan, selain itu sepeda motor memiliki risiko tinggi dalam kecelakaan maupun pencurian, sehingga asuransi motor adalah perlindungan yang tepat untuk risiko tersebut. Pilihlah perlindungan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan Anda dan motor Anda.

Biarpun Anda telah menaati semua peraturan lalu lintas, menggunakan semua perlengkapan, dan telah mengemudikan motor Anda secara hati-hati, tetaplah ada risiko dalam mengemudi motor Anda, terutama dari pengemudi lain yang kurang berhati-hati dalam berkendara. Selalu lebih baik mencegah kemungkinan terburuk daripada menyesal kemudian.

Topik Artikel

kecelakaan kendaraan