facebook 6 Tips Mengemudikan Mobil dengan Aman

6 Tips Mengemudikan Mobil dengan Aman

Diterbitkan Pada September 12th, 2019

6 Tips Mengemudikan Mobil dengan Aman

Mobil masih merupakan pilihan utama warga kota untuk beraktivitas, baik itu bekerja, sekolah, bertemu teman, berbelanja, dll. Hal ini terlihat dari seringnya terjadi macet di jalanan ibukota Jakarta.

Banyaknya jumlah mobil ini tentunya meningkatkan risiko Anda untuk mengalami kecelakaan, baik itu ringan ataupun berat. Untuk mengantisipasinya, ikutilah saran-saran berikut:

 

Jaga Kendaraan Anda dengan Baik

Mobil modern memiliki berbagai fitur yang dapat membuat perjalanan Anda menjadi aman dan nyaman. Tetapi semua fitur itu tidak akan berguna apabila Anda tidak merawatnya dengan baik. Komponen rusak dapat menyebabkan gangguan dalam berkendara, bahkan bisa membahayakan diri Anda dan pengemudi lainnya.

Patuhi jadwal servis kendaraan seperti yang tertulis di buku servis mobil atau sesuai instruksi mekanik bengkel, pastikan ban mobil memiliki tekanan angin yang pas, gantilah aki mobil secara berkala, cek kondisi oli, dan sebagainya. Pelajarilah cara mendeteksi apabila ada sesuatu yang salah dengan mobil Anda.

Kendaraan yang terawat dengan baik akan bekerja dengan baik pula, baik dari segi keamanan, kecepatan hingga kenyamanan.

 

Bawa Peralatan Darurat

Selain fitur keamanan yang sudah terpasang di mobil Anda, bawalah juga peralatan keamanan yang bisa Anda gunakan dalam keadaan darurat seperti kotak P3K dan kabel jumper aki.

Peralatan ini dapat menolong Anda jika terjadi sesuatu yang salah dengan kendaraan Anda. Alat ini bisa bermacam-macam seperti senter, segitiga darurat untuk memberitahukan pengemudi lain bahwa kendaraan Anda sedang bermasalah, kabel jumper aki bisa digunakan untuk menyalakan mobil Anda dengan bantuan mobil lain jika aki Anda soak atau habis, dongkrak untuk mengganti ban mobil Anda yang kempes atau botak, dan lain sebagainya.

Perlu diketahui bahwa beberapa peralatan ini wajib secara hukum untuk dibawa berdasarkan UU Lalu Lintas Nomor 22 tahun 2009. (Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2010/01/11/08025781/Tak.Mau.Disemprit.Kenali.UU.Lalu.Lintas.Baru. )

 

Gunakan Sabuk Pengaman

Penggunaan seatbelt diwajibkan secara hukum berdasarkan UU Lalu Lintas Nomor 22 tahun 2009. Baik pengemudi maupun penumpang kursi depan harus menggunakan sabuk keselamatan, pelanggar akan dikenakan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda maksimal Rp.250.000.

Tetapi janganlah Anda menggunakan sabuk keselamatan karena alasan tidak ingin ditilang. Sebaiknya penggunaan sabuk keselamatan didasari oleh faktor keamanan berkendara. Jika terjadi kecelakaan, sabuk keselamatan dapat menurunkan risiko kematian pada penumpang depan sebesar 45% dan risiko cedera ringan hingga parah sebesar 50%

Mobil-mobil modern saat ini pun telah mengikuti peraturan UU tersebut, beberapa mobil memiliki teknologi sensor dan bisa mendeteksi apabila sabuk keselamatan belum dipakai, kemudian mobil akan menampilkan tanda di layar dashboard serta membunyikan alarm di dalam mobil yang cukup berisik apabila sabuk keselamatan masih juga belum dipasang.

 

Ketahui Rute Perjalanan Anda

Jika Anda belum mengetahui lokasi tujuan Anda ataupun rute untuk mencapainya, persiapkan beberapa saat sebelum mulai berkendara untuk mencari tahu. Anda bisa menggunakan aplikasi maps atau GPS di handphone Anda dan menemukan rute terbaik dan tercepat untuk mencapai destinasi.

Meskipun Anda telah mempelajari rute dan jalan dengan maps, tetaplah antisipasi hal-hal yang tidak terduga seperti kontstruksi jalan, kemacetan, cuaca, dan sebagainya, agar Anda bisa mengambil rute alternatif jika hal-hal tersebut mempengaruhi perjalanan Anda.

Perlu diperhatikan bahwa janganlah membuka maps/GPS untuk mencari rute sambil mengemudikan kendaraan. Tidak hanya hal ini melanggar hukum lalu lintas dan bisa membuat Anda ditilang, tapi juga sangat berbahaya dan bisa membuat Anda tidak berkonsentrasi di jalan, sehingga meningkatkan risiko Anda untuk mengalami kecelakaan.

 

Hindari Distraksi Mengemudi

Mirip dengan poin sebelumnya, tidak berkonsentrasi dalam mengemudi dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Ada banyak distraksi yang dapat mengganggu konsentrasi dalam mengemudi, sinar matahari, pengemudi lain, proyek perbaikan jalan, rasa kantuk, dan lain sebagainya.

Beberapa gangguan tersebut tidak bisa Anda kendalikan, jadi sebaiknya mulailah dari gangguan yang bisa Anda cegah. Contohnya:

·         gunakan kacamata hitam apabila Anda merasa silau dengan matahari, atau pasang kaca film yang bisa menurunkan intensitas sinar matahari yang masuk ke mobil Anda

·         Jangan mengemudikan kendaraan dalam keadaan mengantuk, berhentilah sejenak untuk beristirahat, jika memungkinkan hindari mengemudi sama sekali apabila Anda merasa lelah

·         Kendalikan emosi Anda dan jangan terprovokasi apabila ada pengemudi lain yang tidak mematuhi peraturan lalu-lintas

·         dll.

 

Patuhi Peraturan Lalu Lintas

Peraturan lalu lintas dibuat agar jalan menjadi lancar dan lebih aman. Oleh karena itu ikutilah setiap rambu, marka, penanda jalan, dan instruksi petugas yang mengatur jalan.

Ketahui juga update-update terbaru mengenai peraturan lalu lintas atau hal lain yang dapat mempengaruhi lalu lintas seperti rute ganjil-genap, jalanan yang ditutup, one-way, kontra flow, dll. Mengerti aturan dan hal-hal ini dapat membuat Anda lebih mudah sampai tujuan dan mengantisipasi larangan dan hambatan dalam perjalanan Anda.

Tidak pernah melanggar peraturan juga memberikan Anda keuntungan dalam membuat premi asuransi kendaraan  lebih murah.

 

Kemanapun tujuan Anda, ikutilah saran ini dan tetaplah hati-hati dalam mengemudi agar sampai ke tujuan Anda dengan selamat.

Topik Artikel

mobil keamanan